Select Page

Daftar perumahan syariah di Bandung yang amanah dan terpercaya

Daftar perumahan syariah di Bandung ini berdasarkan data dan fakta yang kami peroleh dilapangan. Semenjak kemunculannya sekitar tahun 2017, perumahan syariah terus menunjukan bahwa peminatnya terus bertambah. Khususnya, warga Bandung yang cukup tinggi antusiasmenya terhadap perumahan syariah. 

Tetapi memang tidak dipungkiri, banyak perumahan – perumahan (yang katanya) syariah di Bandung yang memberikan hasil cukup mengecewakan kepada para konsumennya. Ada yang rumahnya sampai hari ini belum jadi – jadi, ada yang izin atau legalitasnya tidak keluar dari lembaga yang bersangkutan, ada yang harus relokasi lahan karena berbagai macam alasan, dan bahkan ada memang developer yang memang niatnya menipu konsumen, setelah dana konsumen ditarik, mereka kabur.

Memang hal – hal diatas membuat perjuangan kami, para pejuang properti syariah menjadi sedikit terhambat, dikarenakan pasar jadi tidak percaya sepenuhnya terhadap perumahan syariah. Sementara, terlepas dari itu semua, sudah banyak perumahan – perumahan syariah di Bandung yang mulai menunjukan keseriusan dan bukti nyata bahwa perumahan yang berbasis syariah tanpa bank itu bisa direalisasikan.

Ini beberapa daftar perumahan syariah di Bandung yang berhasil tim Safpro ID rangkum, dan menurut kami developer dari perumahan – perumahan ini sudah terbukti amanah dan terpercaya. Hal ini bukan berarti perumahan syariah yang tidak kami sebutkan dalam list ini merupakan perumahan syariah yang tidak amanah, tidak seperti itu. Itu karena kami belum mengenal developer properti syariah yang amanah lainnya di Bandung.

Berikut daftar perumahan syariah di Bandung yang insyaa Allah amanah dan terpercaya versi Safpro ID :

Perumahan syariah – Aster Village Ciwastra

Daftar perumahan syariah Bandung - Aster Village Ciwastra

Sesuai dengan namanya, Aster Village Ciwastra ini berlokasi di daerah Ciwastra. Secara administratif sudah memasuki daerah administratif Kabupaten Bandung. Untuk mencapai lokasi perumahan ini dari Kota Bandung cukup mudah, Anda bisa menempuhnya melalui exit tol Gedebage, bisa via margacinta / margahayu, bisa juga melalui riungbandung, atau jika dari daerah Selatan bisa via Ciganitri / Cikoneng.

Digadang – gadang, Aster Village Ciwastra ini akan menjadi perumahan syariah terbesar di wilayah Bandung Timur. Hal ini sudah dibuktikan, hingga hari ini (April 2020), Aster Village Ciwastra sudah menjual sekitar 200 unit rumah, dalam 7 tahap pemasaran, dengan rata – rata 30 – 40 unit setiap tahapnya. Dan rencananya, menurut tim developer yang kami tanyai akan terus diperluas hingga batas luasan yang belum bisa ditentukan.

“Selama marketnya ada, dan permintaan terus banyak, insyaa Allah akan terus dilakukan perluasan”

menurut Pak Arie, manajer proyek perumahan Aster Village yang kami temui di lokasi proyek perumahannya

Perumahan Aster Village Ciwastra ini juga sudah kami bedah, videonya bisa dilihat DISINI
Info lebih lanjut dan konsultasi mengenai perumahan Aster Village Ciwastra bisa kunjungi HALAMAN INI

Parumahan syariah – Sharia Islamic Highland

Daftar perumahan syariah Bandung - Sharia Islamic Highland

Perumahan syariah yang lokasinya di Lembang ini bisa disebut “assabiqunal awwalun”-nya perumahan syariah di Bandung. Sebelum banyak perumahan syariah bermunculan di Bandung Raya, Sharia Islamic Highland ini sudah memulai lebih dulu.

Berlokasi di dataran tinggi, menyebabkan perumahan ini masuk wilayah KBU (Kawasan Bandung Utara) yang dimana pembangunan di kawasan ini dibatasi dan diatur secara ketat. Sehingga menyebabkan luasan kavling di Sharia Islamic Highland ini relatif besar – besar karena perlu banyak area resapan air dan dampaknya tentu ke harga jual per unitnya jadi lebih tinggi.

Mengusung konsep custom design, sehingga pembeli boleh request desain rumahnya seperti apapun dan bisa dikonsultasikan dengan developer, tetapi developer menyiapkan juga desain rumah standarnya. Sharia Islamic Highland ini sangat cocok bagi Anda yang menyukai hunian dengan konsep vila di daerah dingin dan udara segar yang lokasinya berdekatan dengan banyak tempat wisata.

Sudah tidak diragukan lagi mengenai legalitasnya dan kredibilitas developernya. Untuk info lebih lanjut dan konsultasi, Anda bisa langsung kunjungi HALAMAN INI.
Atau Anda ingin melihat bagaimana kondisi disana melalui video? tonton DISINI

Perumahan syariah – Royal Orchid Villa

Daftar perumahan syariah Bandung - Royal Orchid Villa

Ini perumahan syariah pertama yang ada di Cimahi, mulai dipasarkan semenjak tahun 2018 kini perumahan syariah yang berlokasi di Cipageran ini sudah banyak yang diserahterimakan unitnya. Bangunannya pun sudah banyak yang jadi

Royal Orchid Villa berada di kawasan KBU (Kawasan Bandung Utara) sehingga luasan kavling setiap unitnya dipukul rata oleh developer, yaitu seluas 120 m2, walaupun rumahnya tipe kecil. Terdapat 3 tipe rumah, yaitu tipe 38/120, tipe 65/120 (2 lantai) dan tipe 83/120 (2 lantai)

Nilai tambah dari perumahan Royal Orchid Villa ini adalah city view yang sangat memukau ke arah Selatan dan Timur, juga kualitas udara yang masih relatif bersih dan sejuk. Akses jalannya pun lebar dan kondisinya baik.

Perumahan syariah di Cimahi ini sudah tidak usah diragukan lagi legalitas dan kredibilitas developernya.
Info lebih lengkap dan jika Anda ingin berkonsultasi bisa kunjungi HALAMAN INI.

Perumahan syariah – Sharia Islamic Soreang

Daftar perumahan syariah Bandung - Sharia Islamic Soreang

Sharia Islamic Soreang adalah perumahan syariah terbesar di Soreang, Kab. Bandung yang dikembangkan oleh developer yang sama dengan perumahan Sharia Islamic Highland yaitu PT. Sharia Green Land.

Perumahan syariah di Soreang ini dibangun diatas lahan seluas sekitar 4 – 5 Ha dan potensi perluasannya hingga 10 Ha. Mengusung konsep perumahan syariah yang mandiri dan terintegritas, Sharia Islamic Soreang menyiapkan berbagai macam fasilitas umum dan fasilitas sosial yang sangat bermanfaat bagi penghuninya kelak. Mulai dari fasilitas keagamaan dengan didirikannya masjid jami di tengah perumahan, fasilitas pendidikan dengan akan dibangunnya sekolah islam terpadu, fasilitas kesehatan yang insyaa Allah akan tersedia klinik di rukonya, juga fasilitas perniagaan dan fasilitas olahraga dan taman.

Tersedia dari type terkecil yaitu 36/60 hingga type terbesarnya type 78/78 (2 lantai), menjadikan Sharia Islamic Soreang ini perumahan syariah di Soreang yang cukup terjangkau.

Perumahan Sharia Islamic Soreang menurut kami adalah perumahan syariah yang paling banyak promonya, diantaranya promo DP hanya cukup 50 juta sudah bisa di-ACC (syarat dan ketentuan berlaku).

Perizinan dan legalitas sudah ditempuh dengan baik oleh tim developernya, sehingga sekarang (April 2020) sudah ada beberapa unit rumah yang siap diserah-terimakan dan pembangunan terus berjalan.
Jika Anda berminat memiliki rumah syariah yang tidak hanya berkah dalam transaksi jual belinya, tetapi juga lingkungannya yang islami. Sharia Islamic Soreang adalah pilihan tepat bagi Anda.

Lihat HALAMAN INI untuk konsultasi dengan tim Safpro ID.

Perumahan syariah – Kalyca Village Padasuka

Daftar perumahan syariah Bandung - Kalyca Village Padasuka

Jika biasanya perumahan syariah itu berada di “pinggiran” Kota Bandung, berbeda dengan Kalyca Village Padasuka ini yang berlokasi di Padasuka dan masih masuk wilayah Kotamadya Bandung.

Biasanya, perumahan yang secara administratif masuk wilayah Kotamadya, harganya relatif tinggi. Tapi beda dengan Kalyca Village Padasuka ini yang harganya masih cukup terjangkau. Bayangkan saja rumah 2 lantai type 50/72 masih bisa didapatkan dengan harga dibawah 500 juta.

Kalyca Village Padasuka memang perumahan syariah yang “belum jadi”. Sekarang (April 2020) kondisi di lapangan masih tanah kosong belum ada bangunan apapun. Tetapi jangan salah, semenjak pemasarannya dibuka pada bulan Agustus 2019, tahap 1 sebanyak kurang lebih 40 unit sudah ludes terjual dan kabarnya akan segera dibuka tahap 2.

Bagaimana perizinan dan legalitasnya?
Jangan khawatir, developer dari perumahan ini adalah Royal Bridea Indonesia, yaitu developer yang juga mengembangkan Aster Village Ciwastra. Jadi tidak perlu diragukan kredibilitas developernya. Perizinan untuk perumahan Kalyca Village Padasuka sudah ditempuh jauh – jauh hari sebelum mulai dipasarkan. Jika tidak ada halangan, insyaa Allah perumahan syariah di Padasuka ini akan mulai pembangunan pada bulan Mei 2020.

Dapatkan informasi pemasaran tahap 2-nya pada kontak di HALAMAN INI.
Jangan menyesal karena Anda menunda – nunda untuk membeli rumah. Karena harga rumah akan terus meningkat seiiring progres pembangunan dan pemasarannya.

Itu lah dia, daftar perumahan syariah di Bandung yang bisa kami rekomendasikan untuk Anda. Tetapi ingat, bukan berarti perumahan yang kami rekomendasikan disini itu tanpa cacat. Kekurangan pasti selalu ada. Tetapi sejauh pengamatan kami, developer – developer dair perumahan tersebut diatas cukup bertanggungjawab dan amanah dalam mengelola perumahannya.

AGEN PROPERTI FREELANCE, AWALNYA DIBUTUHKAN KEMUDIAN DITINGGALKAN?

AGEN PROPERTI FREELANCE, AWALNYA DIBUTUHKAN KEMUDIAN DITINGGALKAN?

Agen properti adalah sebutan bagi orang yang bekerja memasarkan properti baik itu unit rumah, gedung, kantor dan bangunan lainnya atau kavling tanah. Bagi Anda yang belum mengetahui, secara garis besar agen properti bisa dibagi menjadi 2 jenis. Yaitu agen properti freelance dan agen properti in-house.
Disini kami tidak akan membahas lebih rinci apa perbedaan agen freelance dan in-house. Silahkan bisa googling dan cari artikel lain untuk mendapatkan penjelasan lebih detail. Yang menjadi pembahasan utama dalam tulisan ini adalah sesuai judul, apakah benar agen properti freelance itu awalnya dibutuhkan kemudian ditinggalkan?
Oleh siapa?
Apa ini maksudnya?
Sabar, mari baca tulisan ini pelan – pelan. Perlu digarisbawahi, disini kami tidak bermaksud mendiskreditkan suatu pihak manapun. Kami hanya ingin menyampaikan opini dengan dasarnya fenomena yang terjadi di lapangan.
Dalam tulisan ini, kami memang tidak bisa menyajikan data kuantitatif yang bisa mendukung opini kami, tetapi kami bisa memaparkan dengan fenomena yang terjadi dilapangan. Khususnya dalam dunia properti syariah di Bandung. Karena kami memang berkecimpung dalam dunia properti syariah di wilayah Bandung Raya.

FENOMENA YANG TERJADI

Jika Anda masih ingat, fenomena awal booming properti syariah di Bandung itu terjadi sekitar tahun 2017. Pada saat itu terdapat beberapa developer properti syariah yang mulai membuka project-nya di Bandung. Bagi masyarakat Bandung, properti dengan konsep syariah ini adalah seperti “komoditas” baru yang ditunggu – tunggu karena menawarkan konsep kepemilikan yang bebas dari Riba dan akad bathil lainnya yang menimbulkan dosa, yang dimana hal ini tidak bisa diberikan oleh properti konvensional.
Seperti jamur dimusim hujan, tahun 2017 – 2018 mulai bermunculan developer – developer properti syariah juga agen – agen properti syariah. Baik itu developer dan agen yang asalnya konvensional kemudian hijrah ke syariah, atau developer dan agen yang memang “baru lahir” langsung bergeraknya di properti syariah.
Dengan konsep syariah yang notabene menghindari permodalan perbankan, para developer properti syariah saat itu rata – rata menggunakan modal pribadi ataupun investor yang tentu diberlakukan juga konsep kerjasama sesuai syariah. Karena modal yang (biasanya) minim, para developer itu lebih memprioritaskan penggunaan modalnya terhadap akuisisi lahan dan mengerjakan proses perizinan, untuk marketing? nomor sekian lah. Padahal dalam bisnis apapun, unsur marketing adalah hal yang tidak bisa dilupakan, apalagi ketika awal memulai sebuah bisnis / project.
Tidak kehabisan akal, para developer properti syariah ini merangkul para agen freelance untuk memasarkan project-nya. Baik itu agen freelance yang perseorangan atau yang berkelompok, atau biasa disebut agency marketing.
Berapa biaya yang dikeluarkan oleh developer dalam hal menciptakan “pasukan marketing” freelance ini? Kami tidak tau tepatnya, tapi biasanya yang dilakukan oleh para developer adalah membuat undangan gathering agen properti syariah di hotel – hotel. Silahkan nilai sendiri, tapi secara logika tentu jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan biaya akuisisi lahan dan proses perizinan.
Oiya satu lagi, di fase awal project ini biasanya para developer belum meng-hire marketing in-house atau karyawan khusus di bidang marketing. Selain untuk menghemat modal karena belum ada revenue dari penjualan unit, belum banyak transaksi penjualan juga menjadi alasan biasanya. Karena kalau ada marketing in-house yang digaji bulanan oleh developer, akan lumayan “menyedot” modal.
Lalu, boom!
Developer mendapatkan exposure tentang project-nya dari para agen freelance secara GRATIS. Karena para agen freelance ini berlomba untuk menjualkan unit – unit rumahnya, para agen freelance menggunakan berbagai channel pemasaran seperti website, sosial media ataupun marketplace. Dan para agen freelance ini akan menuai hasilnya jika berhasil menjual unit rumah dari developer berupa fee / komisi. Nilai fee / komisi itu memang besar dan cukup untuk menutup biaya si agen dalam proses pemasarannya, misal biaya memasang iklan, biaya transportasi, dsb.
Developer senang karena unitnya terjual
Agen senang karena mendapatkan fee dari hasil jerih payahnya
Fair enough…

KONDISI SEKARANG

Sekarang awal 2021, sekitar 4 tahun dari para developer properti syariah memulai project pertamanya. Hingga hari ketika tulisan ini dibuat, para developer sudah banyak yang menyelesaikan project-nya, bahkan sudah banyak yang membuka beberapa project perumahan lanjutannya baik itu di Bandung ataupun kota lainnya.
Karyawan semakin lengkap posisinya, kantor semakin megah, dan sepertinya modal sudah terkumpul semakin banyak untuk mengakuisisi lahan dan proses perizinan. Bidang marketing, yang pada awalnya seperti “dianak-tirikan” sekarang mulai mendapatkan perhatian. Sedikit demi sedikit developer mulai meng-hire agen marketing in-house, dan budget untuk advertising mulai ada atau mulai ditingkatkan. Hal itu dilakukan demi mendongkrak penjualan, karena kalau hanya mengandalkan agen freelance, developer tidak bisa “nge-push” kinerjanya, karena statusnya yang “freelance” itu. Penjualan harus didongkrak, karena biaya waktu buka project awal yang karyawannya sedikit, tentu berbeda jauh dengan sekarang yang biayanya tinggi karena karyawan banyak.
Ya pada akhirnya, agen – agen freelance yang kurang mampu untuk beradaptasi dengan kondisi, akan sedikit demi sedikit “tumbang”, karena penjualan akan lebih banyak didapatkan oleh agen in-house yang mendapat berbagai “previlage” dari developer.
Kami perhatikan, siklusnya selalu sama
Awal project dibuka, biasanya agen freelance menjadi “kesayangan” developer, karena developer ingin menghemat budget marketing dan mendapat exposure besar dengan budget minim. Developer lebih mengutamakan modalnya untuk akuisisi lahan dan perizinan.
Setelah penjualan mulai banyak dan cash flow kuat, sedikit demi sedikit developer membangun tim marketing in-house dan secara sadar atau tidak disadari (oleh developer) hal ini menyebabkan agen freelance tersingkir secara pelan. Dapat difahami, karena developer pun perlu mendongkrak penjualan untuk menjaga cash flow.
Tidak perlu ada yang disalahkan, tapi ini kondisi yang memang terjadi saat ini, tinggal bagaimana setiap stakeholder beradaptasi. Agen freelance yang tidak mau berinovasi, tidak mau belajar dan tidak mau berkembang pastinya akan tumbang dan ditinggalkan. Disisi lain, developer yang mampu menjaga hubungan kerja yang baik dengan agen freelance, tentu akan mendapatkan posisi istimewa dihati para agen freelance itu. Yang dampaknya secara sukarela para agen freelance itu akan dengan senang hati memasarkan dan membuat exposure nama baik dari developer tersebut terus menyebar dengan harum.
Author : Imam Ismail - Sharia Property Consultan @ SAFPRO.ID